Saturday, May 21, 2016

membedakan jenis kelamin murai batu

Cara membedakan jenis kelamin anakan murai batu.Trotolan biasanya sebutan ini di berikan pada anakan murai batu yang masih berumur 3 bulanan.di masa dan usia 3 bulanan,biasanya anakan murai batu akan bersiap untuk ganti bulu atau biasa di sebut mabung.dalam hal pergantian bulu ini,anakan murai batu siap untuk menjadi seorang remaja dan siap untuk di latih menjadi murai batu berkualitas.
Pada saat mabung atau ganti bulu ini,akan banyak bulu halus yang berwarna mengkilap dan tak lama kemudian akan segera tumbuh dengan lebat.di usia yang masuk remaja ini,anakan murai batu biasanya juga bisa untuk melompat-lompat naik turun tangkringan serta ia akan mencoba untuk mematuk makanannya sendiri.
Di usia yang sudah menginjak tiga bulanan,kita sudah bisa untuk membedakan jenis kelamin mana anakan yang jantan dan mana anakan yang betina.sebaiknya kita harus segera melakukan penyeleksian guna untuk membedakan jenis kelaminya agar anakan yang jantan serta anakan yang betina kita bisa membedakan cara perawatanya dengan kusus.mana anakan yang nantinya untuk kita terjunkan dalam arena kontes,dan mana anakan yang nantinya ingin kita tangkarkan kembali.cara membedakan jenis kelamin anakan murai batu
Cara membedakan jenis kelamin anakan murai batu cukup mudah jika kita sudah mengetahui caranya.tanda serta ciri yang bisa kita lihat adalah sebagai berikut.
Anakan jantan.
  • Pada dada anakan murai jantan terdapat bintik berwarna coklat.
  • Memiliki bentuk serta ukuran yang lebih panjang dan besar.
  • memiliki ekor yang lebih panjang dan besar lebar.
  • Pada bagian sayapnya terdapat bintan kecoklatan.
  • memiliki ukuran serta bentuk kepala yang besar serta agak sedikit lebar.
  • Memiliki bentuk paruh agak sedikit lebar serta agak panjang.
  • Memiliki warna bulu yang mengkilap hitam,di bagian dadanya terdapat bulu kuning dan ada warna garis agak kehitaman pada lehernya.
  • Memiliki suara yang agak lantang saat kita memberikan pakan.
Anakan betina.
Pada bagian dadanya ada bulu hitam agak sedikit kusam atau warna cokalat agak keputihan yang memanjang di daerah dadanya.Ukuran serta bentuk badan relatif kecil jika di bandingkan dengan badan jantan.Memiliki ukuran ekor yang pendek dan kecil.Memiliki ukuran serta bentuk paruh yang lincip agak tipis.Memiliki warna pada badanya kebanyakan hitam agak abu-abu namun agak cenderung keputihan serta terdapat garis leher yang hitam agak sedikit keabuan.Memiliki suara kecil saat kita loloh beri pakan di bandingkan suara anakan jantan.Dalam pemberian pakan anakan murai batu yang usia 3 bulanan ini,tidak ada bedanya dengan anakan yang berumur masih piyikan,kita bisa memberikanya voer sebagai pakan utamanya serta bisa kita berikan pakan berupa jangkrik atau kroto sebagai selingan serta Fooding.untuk pakan jangkrik,bisa kita berikan 7-8 ekor perhari dengan pembagian 4 pagi dan 4 ekor sore.






Selain pakan,juga sangat perlu di perhatikan vitamin serta.dalam pemberikan vitamin pada anakan murai batu,bisa kita lakukan dengan cara campurkan pada pakanya atau bisa kita masukan dalam pakan jangkriknya dengan cara menggunakan suntikan.
Banyak jenis vitamin yang bisa kita berikan pada anakan murai batu.namun yang sangat populer dan sering di pakan para penangkar adalah vitamin yang berupa Vitasol bisa kita berikan 1 hingga 3 tetas dalam sehari.Dalam pemberian vitamin ini sebaiknya berikan setiap satu minggu sekali saja.

burung murai batu

jenis jenis burung murai batu

Murai Batu merupakan salah satu jenis burung istimewa yang keberadaannya sudah sangat populer di Indonesia. Selain Cucak Jenggot, Kenari dan Lovebird, burung dengan ekor panjang ini juga sudah menjadi perbincangan lama para pecinta kicau saat ini. Bagaimana tidak, selain mempunyai perawakan indah, jenis burung yang juga dikenal dengan nama Kucica Hutan tersebut juga memiliki kicauan gacor keras dan luar biasa sambil teler . Mungkin berawal dari itulah, mengapa para penggila dari burung yang bernama latin Copsychus malabaricus ini begitu kagum. Entah itu penggemar murai batu Medan, Nias, Lampung, Aceh maupun Borneo (Kalimantan).
Sayangnya kepopuleran berbagai macam jenis Murai Batu tersebut berbanding terbalik dengan fakta yang ada. Dimana keberadaan murai batu sudah terancam punah, entah karena pemburu liar atau murni sebab kerusakan lingkungan. Hal ini juga pernah diungkapkan lembaga Konservasi Internasional (IUCN), bahwa untuk burung Murai Batu di Indonesia perlu mendapatkan perhatian khusus karena jumlahnya sudah semakin berkurang. Tanpa berselang lama semua jenis burung penyanyi dari genus Copsychus Malabaricus ini telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai hewan yang dilindungi.
Terlepas dari itu semua, untuk wilayah penyebaran Murai Batu sudah hampir merambah ke seluruh negara di Asia. Di Indonesia sendiri ia bisa ditemui di Pulau Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Tentunya di setiap pulau penyebaran tersebut, terdapat beragam jenis Murai Batu yang mempunyai karakter suara dan tampilan fisik yang berbeda-beda. Salah satu burung ekor panjang yang paling terkenal yang berasal dari kota Menara Air Tirtanadi, Medan. Selain dari Medan tentunya ada yang berasal dari Kalimantan yang tidak kalah hebat masalah telernya. Bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh seputar kucica hutan di tanah Air, berikut beberapa jenis murai batu lengkap dengan gambar yang bisa Anda simak.

1. Murai Batu Medangambar murai batu medan

Murai Batu Medan (mikozawa1 – twitter.com)
Seperti namanya, Murai Batu ini besaral dari Medan. Ia mempunyai ciri khusus pada bagian ekornya yang melengkung panjang. Bentuk ekor yang tipis tersebut bisa memanjang sampai 27 sampai 30 cm. Power kicauan yang dimiliki keras dan melengking. Ditambah lagi Murai Medan ini dikenal sebagai burung petarung yang mempunyai mental pemberani. Saat mendengar kicauan lain pada saat di alam liar ia tidak segan mengembangkan dada dan perutnya yang sebagian masyarakat Pulau Jawa menamainya dengan istilah Ndegek dan Ngobra.

2. Murai Batu Niasgambar murai batu nias

Murai Batu Nias (bangeko – pinterest.com)
Untuk jenis Murai yang satu tidak sulit untuk dikenali, sebab Murai Batu Nias mempunyai ekor panjang sampai 17-20cm yang bewarna hitam pekat. Burung Murai yang satu ini juga mempunyai power kicauan gacor keras dan memiliki mental kuat. Selain itu Murai Nias ini mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi, karena kepandaian menirukan suara jenis burung pengicau lain dan bahkan suara manusia. Maka tak heran, jika unggas pengicau yang satu ini cukup menjadi primadona di mata komunitas Murai Batu di Tanah Air.

3. Murai Batu Lampung

gambar murai batu lampungMurai Batu Lampung (nouvisf – youtube.com)
Sementara itu Burung Murai Batu Lampung mempunyai ekor yang lebih pendek dan kaku daripada jenis lain. Panjangnya bisa sampai 12 hingga 18cm. Jenis murai ini juga mempunyai kicauan luar biasa yang mampu menirukan jenis burung pengicau lain. Meskipun karakter suara yang dikeluarkannya cenderung berulang-ulang, namun semua terdengar cukup merdu dan keras. Selain itu, murai lampung dikenal sebagai burung yang mempunyai stamina kuat yang tidak mudah letih jika saat berkicau.

4. Murai Batu Aceh

gambar murai batu acehMurai Batu Aceh (azkaakhdan – youtube.com)
Murai Batu Aceh merupakan burung yang berasal dan paling banyak ditemukan di wilayah Sumatera Utara, khususnya daerah Provinsi Aceh. Jenis murai yang satu ini juga mempunyai ciri panjang ekor beragam yang rata-rata bisa tumbuh sampai 19-30cm. Selain itu, burung yang berasal dari kota Serambi Mekah ini juga bisa mengerluarkan suara ngeroll panjang dan gemar sekali mengeluarkan suara nembak. Meskipun ukuran bodi relatif lebih kecil, namun Burung Murai Aceh ini mempunyai mental petarung cukup baik. Tak jarang hal tersebut membuat Murai mania menjadi kagum.

5. Murai Batu Borneo

gambar murai batu borneoMurai Batu Borneo (ucup si murai borneo – youtube.com)
Burung murai asal pulau Kalimantan ini juga menjadi perhatian khusus para penghobi burung saat ini, karena Murai Batu Borneo juga mempunyai penampilan dan kemampuan kicau yang mengagumkan. Di habitat aslinya, ia dikenal sebagai burung agresif yang selalu ngotot jika mendengar kicaun burung lain. Burung murai yang satu ini mempunyai ciri panjang ekor yang bisa tumbuh 8 hingga 13. Meskipun ukuran ekornya relatif lebih kecil, namun burung ini paling banyak mendapatkan apresiasi lantaran karakter suara gacor dan mental yang dimilikinya.

Thursday, May 12, 2016

membedakan cendet jantan dan betina

Cara Membedakan Ciri-ciri Cendet Jantan dan Betina

Membedakan Cendet Jantan dan Betina – Dalam merawat burung berkicau, pastinya pemilik selalu menunggu dimana saat unggas gacoran andalannya mulai mau buka paruh. Namun, siapa sangka kalau pengicau yang telah disangkar dan dirawat dengan penuh kasih sayang, pada dasarnya memiliki kemampuan gacor yang berbeda antara kedua jenis kelaminnya. Dengan adanya pernyataan tersebut, membuat para kicau mania terus berpikir bahwa burung yang telah mereka pelihara apakah berjenis jantan atau bahkan justru betina. Hal serupa juga kerap terjadi pada burung cendet atau pentet, yang mana penghobinya rata-rata lebih memilih burung pejantan dibanding betinanya. Banyak pemilihan terhadap cendet jantan terjadi lantaran kemampuannya yang lebih unggul daripada burung cendet betina.

Cara Membedakan Cendet Jantan dan BetinaCendet Jantan 
Salah satu aspek yang paling diandalkan terhadap burung pejantan adalah pada segi kicauannya, yang secara umum suara cendet jenis jantan seringkali dinilai lebih lantang dengan aneka ragam variasinya. Sehubungan dengan kenyataan itu, beberapa pertanyaan menyinggung cara membedakan cendet jantan dan betina pun semakin marak diperdebatkan. Bahkan hingga pada forum-forum ternama hal serupa juga tak asing untuk dijadikan topik utama. Dan hasilnya pun tak jauh beda dengan burung jenis lainnya seperti murai batu, kacer, cucak ijo, anis merah, kenari dan pleci, yang mana cendet jantan cenderung lebih berpotensi pada segi suara gacornya. Sangat berbeda dengan lovebird. Bisa dibilang begitu, sebab lovebird memang banyak dinilai lebih diakui jenis betinanya, terutama saat berkicau ia akan mampu ngekek dengan durasi relatif panjang dan lantang.
Terlepas dari itu semua, apabila hendak menangkar burung dari genus lanius ini, apalagi yang dikhususkan sebagai pengicau kontes, maka sebelum membeli ada baiknya jika mengetahui tolak ukur tentang cara membedakan jenis kelaminnya terlebih dahulu. Beberapa paparan dari pihak kicau mania, ada yang mengungkapkan bahwa cendet berkelamin jantan mempunyai ciri dengan warna bulu lebih tegas mengkilap dan relatif kontras atau legam. Selain itu, terdapat juga yang beranggapan kalau bentuk paruh ternyata dapat menentukannya, dimana sang pejantan bercirikan dengan paruh lebar, tebal, dan panjang. Untuk lebih lengkapnya, menyinggung ciri dan cara membedakan antara jenis jantan dan betina mengenai burung berbadan bongsor ini, tidak ada salahnya jika berkenan menyimak beberapa ringkasan berikut:
Ciri Cendet atau Pentet Jantan dan Betina
Dalam proses memperbandingkan jenis kelamin yang dimiliki oleh burung dari genus lanius ini dapat dilakukan dengan melakukan pengamatan pada tampilan fisiknya. Salah satu ciri yang bisa dijadikan pembanding adalah pada bagian tubuh samping kanan dan kiri burung. Apabila disekitar bulu yang ada di bagian pipi berwarna hitam dan cukup mencolok, maka bisa dipastikan jika ia berkelamin jantan. Sedangkan pengicau betina, warna hitamnya cenderung terlihat samar-samar. Selain itu, bentuk kepala juga sering dianggap dapat dapat menentukan, dimana kepala cendet betina bentuknya bundar menggelembung. Sementara jantan, bentuk kepalanya akan terlihat datar atau merata.
Ciri Cendet atau Pentet Jantan dan Betina Anakan
Sebagaimana tuturan Om Yulianto Solobaru yang telah dikutip dari omkicau.com. Beliau beranggapan bahwa burung cendet yang masih anakan atau trotolan ternyata juga dapat diperbandingkan jenis kelaminnya. Apabila terdapat bulu berwarna hitam pada ekornya, maka diyakini kalau ia adalah sang pejatan-nya. Sedangkan jenis betinanya, warna hitam yang ada di bagian serupa akan terlihat tidak terlalu jelas atau semu. Namun, semua bagian tersebut belum tentu akan akurasi-nya, sebab hal itu dapat bersifat tidak konsisten atau berbalik fakta akan ciri dan hasil dari perbandingannya. Adapun ciri yang lebih pasti terdapat pada supit urang (tulang pubis), dimana cendet jantan trotolan supit urang-nya kecil dan panjang serta ditandai bulu dengan corak garis yang tidak beraturan di sekitar bagian supitnya. Sedangkan cendet betina, bentuk supit relatif besar dan motif bulunya bergaris teratur indah menyerupai kembang.
Bagi rekan-rekan kicau mania yang sudah mengetahui bila burung cendet yang tengah ditangkar adalah berkelamin betina, maka tak perlu risau untuk terus merawatnya. Bila perlu untuk lebih telaten memaster dengan tujuan diikutsertakan pada ajang perlombaan. Meskipun banyak anggapan bahwa cendet jantan lebih mumpuni pada segi suara gacornya, tetapi pada kenyataannya saat ini telah banyak cendet betina yang memperoleh gelar juara.
Dengan begitu, burung yang terlanjur dirawat entah itu pejantan atau justru betina, tidak terlalu berpengaruh terutama pada kualitas suaranya dan bisa dibilang kalau keduanya sama saja, tergantung perawatan yang diberikan oleh pemiliknya. Apabila dirawat dengan ulet serta penuh kasih sayang, semisal rutin memberikan pemasteran, selalu memenuhi kebutuhan asupan makanan, dan terus menjaga kebersihan kandang, niscaya ia akan lekas gacor dengan ragam variasi suara lantang-nya.

pakan harian cendet jos

Makanan Cendet Harian Biar Tetap Sehat

Makanan Cendet / Pentet Agar Sehat dan Gacor – Meskipun tergolong sebagai salah satu burung predator, akan tetapi burung yang kerap disapa bentet dan toet ini ternyata memiliki suara gacoran yang cukup menjanjikan. Tak hanya itu saja, akan tetapi burung berekor panjang ini juga mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi. Buktinya saja ia mampu menirukan berbagai aneka suara gacor dari jenis burung berkicau lainnya. Beberapa isian suara yang kerap dijumpai tengah dijadikan sebagai masteran untuk suara cendet meliputi suara lovebird, cililin, kenari, murai batu, burung gereja tarung, cucak jenggot, tengkek, tengkek buto, dan sebagainya. 

Makanan Cendet Harian Biar Sehat dan GacorBurung Cendet
Selain itu, burung cendet juga mampu menirukan suara yang bukan merupakan kicau dari sesama burung, melainkan hewan lain, benda, dan bunyi-bunyi lain yang ada di sekelilingnya. Untuk bunyi hewan yang kerap ditirukan oleh burung berekor panjang ini adalah suara kucing, ayam, dsb. Sedangkan bunyi benda yang tak jarang didengarkan cendet, kemudian dihafal, dan selanjutnya ditirukan ialah bunyi gesekan klep yang dihasilkan oleh pompa angin manual dan suara gabusan (bunyi yang dihasilkan dengan cara menggesekkan gabus atau styrofoam pada permukaan kaca). Namun untuk suara lain dan yang merupakan isian terpopuler saat ini, kedengaran sedikit agak aneh, sebab isian yang satu ini menggunakan bahan suara kuntilanak.
Mengingat hal tersebut, sangat wajar bila burung dari genus Lanius ini mampu dikenal dan banyak digemari para kicau mania. Disamping itu, cendet juga merupakan jenis burung berkicau yang keberadaannya mulai diakui di ajang perlombaan gantangan. Namun untuk membuat burung dari keluarga Turdidae ini supaya rajin gacor dengan suara yang lantang dan keanekaragaman variasi tentunya bukanlah perkara instan. Selain dengan perawatan yang baik dan benar serta ulet atau telaten, asupan pakan cendet yang diberikan juga sangat berpengaruh pada potensi burung. Adapun perawatan yang dipercaya dapat menjadikan cendet lebih sehat dan rajin gacor atau bunyi adalah dengan rutin memandikan, menjemur, dan teratur membersihkan kandang.

Memandikan cendet secara rutin bertujuan agar ia selalu bersih dan segar, sehingga terhindar dari penyakit-penyakit yang tidak diinginkan. Tetapi, ada baiknya lagi burung dilatih untuk mandi sendiri dengan menyediakan cepuk atau wadah yang diisi oleh air lalu diletakkan ke dalam sangkar bagian bawah burung. Apabila sudah terlatih dan berkeinginan untuk mandi, maka ia akan masuk ke wadah air yang telah disediakan dengan sendirinya tanpa harus disemprot menggunakan sprayer. Setelah mandi, burung juga membutuhkan panas matahari untuk menyeimbangkan suhu tubuhnya. Menjemur burung sangat baik jika dilakukan di pagi hari ketika terik matahari mulai terbit, sebab cahaya matahari di pagi hari tidak terlalu panas jika mengenai burung secara langsung.
Terlepas dari itu semua, makanan juga merupakan peranan yang sangat penting bagi burung. Apabila tidak kebutuhan asupan-nya tidak terpenuhi dengan baik, maka cukup dikhawatirkan kalau ia akan cenderung kurang sehat sehingga tidak rajin gacor atau bunyi (berkicau). Adapun pakan cendet yang diperlukan dan harus tercukupi ialah santapan yang berkadar vitamin, mineral, protein, dan gizi-gizi lainnya. Beberapa kebutuhan zat semacam itu, terkandung pada buah-buahan segar, EF atau ekstra fooding, Voer, dan pakan yang berupa racikan. Untuk lebih lengkapnya lagi, mengenai makanan cendet atau pentet agar sehat dan rajin gacor, ada baiknya jika berminat menyimak beberapa ringkasan berikut:
Buah-buahan Segar
Didalam buah terdapat kadar vitamin tinggi yang sangat dibutuhkan oleh jenis burung ini. Makanan buah-buahan segar yang bisa disajikan pada burung berparuh kokoh ini diantaranya pepaya, pisang kepok, dan lain-lain. Dengan memberikan asupan tersebut dapat membuat cendet tumbuh lebih sehat sehingga lekas gacor maupun rajin bunyi.
EF atau Ekstra Fooding
EF atau lebih tepatnya lagi pakan tambahan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan protein hampir semua jenis burung, tak terkecuali untuk cendet. Akan tetapi disarankan untuk tidak memberikan dalam porsi yang tinggi, sebab bila belum terbiasa maka dampaknya ia akan mabung tidak pada waktunya. Makanan cendet tambahan ini berupa kroto, jangkrik, orong-orong, belalang, ulat hongkong, ulat bambu, cacing, dan sebagainya.
Voer
Menyajikan pakan voer sangat baik dilakukan ketika burung cendet masih dalam kondisi anakan maupun bakalan. Tujuannya supaya ia terlatih untuk memakan asumsi tersebut sejak anakan, sebab kebanyakan burung yang sudah dewasa enggan mengkonsumsi voer atau bahkan sangat sulit dilatih supaya mau menyantapnya. Disamping itu, baiknya lagi kalau rutin diperiksa dan segera diganti dengan yang lebih baru jika voer terlihat menjamur atau sekiranya sudah tidak layak dikonsumsi oleh burung. Untuk pakan cendet berupa voer yang kerap diberikan, biasanya berkadar protein sedang antara 12%-18%.
Pakan Racikan
Makanan cendet racikan agar cendet lebih sehat dan rajin gacor kali ini Bahan pembuatan antara lain; tahu, ikan berukuran sedang sebanyak 1 hingga 3 kilogram atau lebih (sesuai kebutuhan), telur ayam sekitar 3 sampai 10 butir, 2 – 3 kilogram tepung jagung atau lebih (tergantung pada kebutuhan), dan 2 sampai 3 buah tomat. Cara pembuatan; Ikan terlebih dahulu dibersihkan dari sisiknya dan kemudian digiling, bisa dengan mesin penggiling atau blender. Setelah itu, ikan yang sudah digiling lekas dicampur dengan potongan tahu, telur, tomat, dan tepung jagung, kemudian diaduk sampai merata.
Cangkang telur yang tersisa jangan dibuang, tetapi tumbuk sampai halus dan campurkan ke dalam adonan tersebut. Terakhir, jika adonan sudah benar-benar tercampur kemudian bisa di keringkan menggunakan oven selama 20 – 30 menit. Apabila belum adonan belum kering juga, tunggu hingga mengering tetapi jangan sampai hangus. Sebelum disediakan pada cendet, jemur terlebih dahulu sampai sekiranya adonan itu benar-benar layak untuk disajikan. Disisi lain, pakan cendet racikan tersebut sangat tepat diberikan ketika tidak tersedia voer, tetapi EF seperti kroto, belalang jangkrik, dan ulat hongkong harus disajikan.

jenis burung cendet

Semua Macam Jenis Burung Cendet / Pentet Lengkap dengan Gambar

Cendet merupakan burung dari keluarga Laniidae yang jumlah peminat dan pemeliharanya juga cukup banyak. Praktis terdapat macam jenis cendet terpopuler di Indonesia yang notabenya cukup dicari oleh para kicau mania, yang diantaranya adalah cendet hitam putih, kepala merah, cokelat, abu-abu besar dan kecil. Semua jenis burung petengger yang juga dikenal oleh sebagian masyarakat jawa timur dengan nama burung pentet, betet dan toet tersebut memang mempunyai segala kelebihan luar biasa dan tidak bisa dipandang sebelah mata begitu saja. Baik dari segi kicauan maupun tubuh yang dimiliki, ia cukup pantas untuk disejajarkan dengan burung papan atas lain di Tanah Air Seperti Cucak Ijo, Murai Batu, Tledekan, Branjangan, Kenari, Kolibri ataupun si Punglor, Anis Merah.
Anggapan tersebut memang pantas disematkan untuk burung cendet. Dimana jenis burung betet ini juga memiliki banyak sisi keunggulan yang cukup khas. Hal ini sudah bisa dilihat dari keindahan kombinasi warna bulu yang membalut seluruh badan-nya. Motif warna yang dimilikinya bisa dibilang sangat khas dan indah. Selain itu, jenis unggas pengicau ini juga sering disebut-sebut sebagai burung yang mempunyai jiwa petarung kuat. Saat di habitat asli maupun sebagai hewan peliharaan, ia tidak akan segan-segan membalas sambil meliuk-liukan ekornya bila sudah mendengar suara kicauan yang dikeluarkan oleh burung lain yang ada di sekitarnya. Maka tak heran jika burung pentet ini cukup populer dan kerap dijadikan ikon utama di setiap kejuaraan dan kontes latber di berbagai daerah di Tanah Air.
Burung cendet / pentet dewasa bisa tumbuh memanjang sampai 20-25 cm. Wilayah penyebarannya hampir terdapat di seluruh negara di dunia yang meliputi Inggris, Belanda, Swedia, Turki, Yordania, Israel, Jepang dan Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri jenis ini paling banyak bisa ditemui di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara hingga Papua. Meskipun terkenal agresif, namun semua berbanding lurus dengan tingkat kemudahan perawatan sehari-harinya saat dijadikan hewan peliharaan. Selain pakan yang mudah didapat karena hanya berupa jangkrik, orong-orong, cacing, ulat dan biji-bijian, semua jenis pentet juga mempunyai ketahanan tubuh yang kuat sehingga tidak mudah terkena serangan penyakit. Berikut macam jenis burung cendet lengkap dengan gambar yang populer di Indonesia.

1. Cendet Abu-abu Besar (Lanius Excubitor)

gambar cendet abu-abu besarBurung Cendet Abu-abu Besar (wikipedia)
Bisa dibilang Cendet Abu-abu Besar ini mempunyai postur tubuh relatif lebih besar dari genus Lanius lain seperti cendet jawa. Mungkin hal ini memang sudah disesuaikan dengan nama ilmiah yang disandangnya, yakni Lanius Excubitor. Saat menginjak usia dewasa, panjang tubuhnya dari ekor hingga kepala bisa sampai berukuran 25 cm. Selain itu, ciri warna bulu abu-abu serta kombinasi warna hitam dan putih pada tubuhnya juga mudah untuk dikenali. Wilayah penyebaranya juga tidak hanya terdapat Asia saja, melainkan juga bisa ditemui di berbagai negara di benua Amerika dan Eropa.

2. Cendet Abu-abu Kecil (Lanius Minor)

gambar cendet abu-abu kecilBurung Cendet Abu-abu Kecil (wikipedia)
Sekilas jika dilihat dari segi ciri dan motif warnanya hampir sama, namun untuk ukuran tubuh Cendet Abu-abu Kecil tidak lebih besar dari Lanius Excubitor. Selain itu perbedaan-nya juga bisa Anda lihat pada bagian sayap yang mana kombinasi warnanya tidak begitu mencolok, sebab burung yang bernama ilmiah Lanius Minor ini hanya mempunyai kombinasi warna hitam dan sedikit warna putih. Meskipun demikian jenis ini juga dikenal agresif dan tangguh sama halnya dengan yang lain. Wilayah penyebaran-nya untuk jenis burung ini paling banyak di negara-negara Asia Tengah, Afrika Timur, dan Eropa.

3. Cendet Kepala Merah (Lanius Senator)

gambar cendet kepala merah
Burung Cendet Kepala Merah (ferranp – flickr)
Jika dilihat dari warna fisiknya saja, tentu Cendet Kepala Merah ini berbeda dengan sejenisnya. Untuk bisa mengenalinya juga tidak begitu sulit, sebab motif warna untuk burung yang bernama ilmiah Lanius Senator ini sangat berbeda. Warna bulu dikepalanya merah dan sayapnya bewarna coklat dengan kombinasi warna merah. Wilayah penyebaran untuk jenis cendet ini masih banyak ditemui di negara-negara Timur Tengah, Eropa Selatan, Asia dan sebagaian wilayah tropis di Afrika. Jenis ini biasanya menyukai tempat-tempat yang banyak pepohonan dan tanah-tanah berpasir.

4. Cendet Cokelat (Lanius Christatus)

gambar cendet cokelatBurung Cendet Cokelat (wikipedia)
Sementara itu Cendet Cokelat adalah salah satu keluarga lanius yang notabenya juga sangat mudah untuk dikenali. Pada dasarnya cirinya hampir sama dengan yang lain, yakni memiliki motif warna pada wajah yang menyerupai bentuk “topeng bandit”. Hanya saja perbedaanya hanya warna bulu yang hanya sebatas mempunyai satu kombinasi warna cokelat. Saat di alam liar ia biasanya kepadapatan bertengger di ranting-ranting pohon kering dan lahan terbuka untuk mencari mangsa. Selain wilayah penyebarannya paling banyak di Asia, jenis ini biasanya juga masih bisa ditemui di negara-negara Eropa dan Amerika Utara.

5. Cendet Hitam Putih (Lanius Collaris)

gambar cendet hitam putih
Burung Cendet Hitam Putih (lipkee – flickr)
Untuk jenis cendet yang bernama ilmiah Lanius Collaris ini mungkin bisa dibilang paling ganas. Mengapa demikian, karena saat di habitat aslinya Cendet Leher Hitam dikenal selalu kelaparan dan mengintai calon mangsa di balik semak belukar. Bahkan orang barat menjulukinya sebagai burung algojo, karena kepandaianya dalam berburu mangsa seperti berbagai serangga besar, kadal dan burung-burung kecil. Bisa Anda lihat, bentuk paruhnya yang sedikit lancip dan warna bulu hitam putih di tubuhnya seakan bisa menegaskan, bahwa ia tidak hanya sebagai burung pengicau, melainkan juga sebagai burung predator. Konon jenis ini masih banyak terlihat di sekitar gurun Sahara Afrika.

permasalahan merawat cendet

Burung Pentet atau Cendet agar memiliki tampilan prima dan mampu berkicaudengan gacor memang sangat tergantung dari kekonsistenan dalam perawatan si pemelihara. Banyak hal yang harus dipelajari tentang kondisi burung serta perilaku burung yang dirawat. Begitu juga jika kita menginginkan hasil terbaik dalam merawat burung cendet/pentet, maka kita juga harus mengetahui berbagai permasalahan yang sering terjadi pada burung cendet/pentet.

perawatan-burung-pentet-gacor

Berikut yuni blogspot.Com memberikan 3 Permasalahan Perawatan Burung Pentet yang perlu anda ketahui jika ingin memelihara burung ini.

1. Burung Pentet Jarang Bunyi / Tidak Gacor

Jika anda sudah memperlakukan burung pentet dengan benar dalam perawatannya namun burung jarang berkicau, maka hal yang perlu anda ketahui adalah apakah burung dalam kondisi akan mabung atau bulu yang baru mabung. Burung yang sudah tua dan dalam kondisi akan mabung memang biasanya jarang untuk berkicau, tetapi jika burung yang bulunya masih baru namun tidak gacor maka cobalah untuk memandikan burung 2 kali sehari guna menaikkan birahi burung.
Jika pentet belum juga gacor setelah dilakukan perawatan mandi 2kali sehari, maka cobalah untuk mendekatkan burung dengan petet lain, karena ada juga jenis pentet yang mempunyai tipe betempur, maka jika didekatkan dengan burung petet lain maka baru mau berbunyi/berkicau. Jadi burung pentet yang seperti ini memang dalam kesehariannya jarang berkicau.

2. Burung Pentet yang Giras

Jika burung pentet anda giras, cobalah untuk mengurangi porsi makanan EF (Extra Fooding), misalnya jangkrik dan ulat hongkong. Menjinakkan burung pentet juga bisa anda lakukan dengan memandikannya sesering mungkin dan taruh sangkar diatas tanah (Harus dipantau agar tidak diterkam kucing), hal ini agar burung terbiasa dengan aktifitas manusia sekitar.

Faktor lain burung pentet giras adalah karena burung dalam kondisi stress. Guna mengetahui apakah burung sedang dalam kondisi stress bisa anda dekatkan dengan burung pentet/cendet lainnya. Jika burung mau berbunyi dengan normal maka burung tidak dalam kondisi stress, tetapi jika pentet hanya berputar-putar dan tidak berbunyi bisa jadi burung dalam kondisi stress.

3. Burung Pentet Yang galak

Jika burung pentet anda galak, misalnya disaat anda mengambil tempat makan lalu sang burung mematuk tangan anda. Untuk menangangani masalah ini, cobalah untuk menerapi pentet dengan memandikannya sesering mungkin. Hal ini dilakukan agar burung merasa diperhatikan oleh pemeliharanya, kemudiaan sering berdiri didekat sangkar sambil member makan jangkrik agar burung juga mengenali diri anda.

Pentet yang galak atau kalau kita mendekat ke sangkar selalu menabrak sangkar kesana kemari biasanya juga karena sang burung sedang birahi. Rasa trauma juga bisa membuat burung pentet jadi galak, trauma bisa disebabkan misalnya anda mencabut bulu burung, melakukan sang burung dengan kasar, dan lain-lain. Karena burung pentet mempunyai sifat pendendam maka janganlah mengusik sang burung dengan cara-cara yang kasar, melainkan lakukan perawatan dengan sebaik mungkin dan berkesinambungan serta penuh rasa kesabaran.

Itulah Pentet/Cendet dan segala permasalahannya semoga artikel ini bisa menambah ilmu bagi anda penghobi burung dalam melakukan perawatan.